Monday, November 03, 2008
Beriman Tanpa Jadi Tuhan

Amrozy, Imam Samudra dan Ali Gufron akan dieksekusi mati. Banyak pihak menanti apa yang akan terjadi. Keamanan diperketat karena beredar isu akan disebar bom ketika mereka dieksekusi nanti. Pihak keluarga heboh menyiapkan helipad, landasan helikopter yang membawa jenazah mereka yang dianggap syuhada itu. Tapi ada yang tertinggal yang belum selesai. Betulkah kita layak menghukum mati seseorang? Oke, kita akan bilang ini sebagai efek kejut supaya tidak terjadi lagi kejahatan serupa.

Tapi pertanyaan lainnya, siapa yang akan terkena efek kejut ini? Dalam kasus Amrozy cs yang dari sudut pandang kalangannya menganggap kematian mereka adalah sebuah perjuangan, jihad fisabililah, perjuangan di jalan Allah,  keterkejutan yang terjadi justru bisa jadi memicu semangat yang semakin meletup-letup untuk mengikuti jejak Amrozy. Dan peledakan bom di tempat umum belum tentu berhenti ketika bedil meletus dan Amrozy cs terkapar.

Lalu, terpidana mati karena mengedarkan narkoba, adakah kemudian ini menimbulkan efek kejut untuk menghentikan peredaran narkoba? Rasanya tidak, karena narkoba terus beredar dan hukuman mati tetap terjadi.

Engkau bilang atas nama keadilan, mata ganti mata, nyawa dibayar nyawa. Keluargaku dibunuh si anu maka aku pun ingin si anu turut dibunuh. Dan kita akan terus menjadi makhluk pemangsa sesama sampai kapan pun, dengan mengatasnamakan keadilan. Dan Dewi keadilan akan mengintip dari balik penutup matanya dan melihat, siapa lagi yang layak dipancung hari ini? Dan seolah kematian adalah hal yang lumrah, kematian jadi sesuatu yang akrab.

Engkau mungkin akan bertanya kepada saya, adakah saya pernah mengalami keluarga saya mati disembelih di hadapan saya dan apa yang saya rasakan kala itu, bukankah seonggok dendam, amarah yang menyala-nyala? Betulkah saya akan tetap menentang hukuman mati bila satu dari anggota tubuh saya harus tanggal karena terkena bom itu? Mungkin saya akan dilanda amarah, mungkin seumur hidup saya akan dilanda dendam, tapi kuasa kematian, harus saya pahami, bukanlah ada pada saya.

Engkau akan bertanya lagi, kalau saya menentang hukuman mati, kenapa Amrozy cs diizinkan menghukum mati banyak orang yang dianggap tak sejalan dengan dirinya? Saya rasa gugatan ini memang sebaiknya dipertanyakan kepada siapapun yang menghalalkan membunuh orang lain. Ini yang harus digarisbawahi. Mereka yang menghalalkan pembunuhan untuk tujuan apapun jelas menihilkan sang empunya kuasa atas kematian. Beriman tanpa jadi Tuhan.

Yang pasti, nyawa seseorang itu memiliki nilai yang mulia, terlepas dari ketidakmuliaan si makhluk bernyawa ini. Tapi pada dasarnya, setiap makhluk diciptakan bernilai dan berharga. Manusia pun sama berharganya sekaligus juga sama nistanya. Sehingga meniadakan nyawa seseorang dari kehidupannya, tentu merupakan hal yang ironis.

 

Posted at 06:41 pm by langitmerah

Name
August 29, 2009   10:06 AM PDT
 
ada tertulis,"Jangan membunuh"
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry
 



Apa arti sebuah nama?
Ketika kita menyebutnya mawar
Dengan nama lain pun dia akan tetap sama harumnya;

(Potongan Monolog Juliet dalam Romeo & Juliet, William Shakespeare)







 
<< November 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30



Be understanding to your enemies,

Be loyal to your friends.

Be strong enough to face the world each day.

Be weak enough to know you cannot do everything alone.

Be generous to those who need your help.

Be frugal with what you need yourself.

Be wise enough to know that you do not know everything.

Be foolish enough to believe in miracles.

Be willing to share your joys.

Be willing to share the sorrows of others.

Be a leader when you see a path others have missed.

Be a follower when you are shrouded by the mists of uncertainty.

Be the first to congratulate an opponent who succeeds.

Be the last to criticize a colleague who fails.

Be sure where your next step will fall, so that you will not tumble.

Be sure of your final destination, in case you are going the wrong way.

Be loving to those who love you.

Be loving to those who do not love you, and they may change.

Above all, be yourself.





 
Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed