|
Tuan Obama pun diharapkan bisa menjadi FDR jilid dua yang mampu mengatasi krisis ekonomi Amerika, bahkan dunia, seperti halnya Depresi Besar di awal tahun 1930-an. Inilah pekerjaan rumah yang sudah menunggu di meja kerja Tuan Obama awal tahun depan. Belum lagi kondisi perdamaian Timur Tengah yang juga menuntut andil Amerika. Warisan kelam George W. Bush tentu akan membuat Tuan Obama harus bersedia kerja lembur. Dengan jumlah pemilih yang mutlak dibanding seterunya, Mc Cain, artinya harapan sebagian besar rakyat Amerika telah berada pada pundaknya. Seolah inilah Mesias yang lama dinanti masyarakat Amerika yang diharapkan mendatangkan zaman keemasan. Dan rupanya, harapan itu tak cuma berasal dari warga Amerika sahaja. Banyak juga warga dunia yang menaruh harap Amerika bisa lebih "jinak" di tangan Tuan Obama. Terlebih kebijakan internasional Amerika Serikat sejak Tuan Bush memang membawa banyak keresahan. Tapi sekali lagi, Tuan Obama yang bukunya sudah beredar jauh sebelum kepastian dia memenangkan kursi kepresidenan, yang namanya sudah melambung sejak tahun lalu dan menggeser Hillary Clinton dari kandidat presiden, memang belum teruji betul-betul. Kiprahnya memang tak banyak terekspos media sebelum ini. Kendati sikapnya yang rendah hati dan ojo dumeh ini membawa simpati banyak orang. Semoga karakter ini pula yang akan membawa perubahan signifikan dan menjadikan Amerika bisa lebih ramah dan tidak grasa-grusu. Mari kita sekali lagi bertepuk tangan untuk Tuan Obama. Plok... plok... plok.... "I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character." - Martin Luther King Jr. "If there is anyone out there who still doubts that America is a place where all things are possible; who still wonders if the dream of our founders is alive in our time, who still questions the power of our democracy, tonight is your answer." - Barack H. Obama |
| Leave a Comment: |